Aktivitas

PENGGERAKKAN & PEMBINAAN GENERASI MUDA PELA MAMPANG

Jakarta 17 November 2009, Dalam rangka membangkitkan kembali generasi muda wilayah Pela Mampang, Achmad Basyaruddin, selaku lurah Pela Mampang mengadakan pertemuan dengan tema Penggerakkan Dan Pembinaan Generasi Muda Pela Mampang. Hadir dalam acara tersebut Kasie Sosial, Bapak Slamet, Ketua FKKT Mampang Prapatan, Suroto Hadis; Ketua Karang Taruna Pela Mampang, Dody dan juga para senior Karang Taruna Pela Mampang seperti Bapak Agung Sos, Ir. Budiono dan Furqon Bunyamin Husein.

Pertemuan yang dijadwalkan pada pukul 14.00 itu molor lebih dari setengah jam. Acara dibuka oleh Lurah sendiri sebagai pembawa acara. Beliau menggarisbawahi bahwa pertemuan  para generasi muda Karang Taruna Pela Mampang tersebut tidak untuk melihat kepada “mengapa” tetapi lebih kepada “apa” yang akan kita perbuat ke depan. Forum pertemuan tersebut tambahnya lagi, karena beberapa kali beliau ditegur oleh para senior KT tentang kefakuman yang terjadi di KT selama ini. Oleh karena itulah, saya adakan forum pertemuan dalam rangka menggerakkan para pemuda Kelurahan Pela Mampang pada umumnya dan khususnya kepada anggota KT.

Dalam kesempatan itu hadir Kasie Sosial Kecamatan Mampang Prapatan, Bpk. Slamet yang memberikan paparan tentang Karang Taruna. Beliau mengatakan bahwa Karang Taruna merupakan sebuah wadah generasi muda untuk mengembangkan wawasan yang bersumber dari lingkungan dan masyarakat itu sendiri. Arah dan tujuan KT menurutnya lagi, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan social. Beliau juga menyinggung tentang batasan usia pemuda menurut SK Menteri Sosial tahun 1988 yang menyatakan bahwa rentang usia pemuda adalah mulai 7 hingga 45 tahun.

Karang Taruna yang pertama kali dibentuk di Indonesia adalah di wilayah Kampung Melayu. Departemen Sosial merupakan instansi yang menjadi naungan Karang Taruna secara Nasional. Karang Taruna merupakan pilar-pilar social yang keberadaannya tidak saja muncul pada saat tertentu seperti peringatan 17-an tetapi menurutnya Karang Taruna semestinya selalu tampil dalam setiap kesempatan. Salah satu peran yang bias dimainkan adalah memberikan perhatian terhadap PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan dan Sosial). PMKS menurutnya meliputi tiga kategori; insidentil, perumahan dan jalanan. Kalau melihat kondisi social masyarakat, maka peran pemuda dalam hal ini KT Pela Mampang, sangat dibutuhkan. Banyak kerja social yang bisa dilakukan terkait dengan PMKS ini. Sunatan masal bisa juga dilakukan oleh Pemuda dan KT tuturnya.

Pemateri berikutnya, Ketua FKKT Kecamatan Mampang Prapatan, Suroto Hadis. Beliau memberikan paparan koreksi tentang fakumnya kegiatan KT Pela Mampang. Kefakuman ini seringkali ditanyakan oleh rekan beliau saat berada diforum-forum tertentu. Beliau menceritakan kilas balik kegiatan KT terdahulu bahwa pada masa kepengurusan beliau, KT Pela sempat menjadi tempat studi banding oleh Walikota Jawa Timur. Bahkan tidak sedikit menurutnya, kini mantan anggota Karang Taruna yang menjadi Anggota DPR/DPRD.

Acara yang dihadiri sekitar 30 pemuda & Karang Taruna itu dilanjutkan dengan masukkan dari para senior KT Pela Mampang. Bapak Agung Sos memberikan beberapa kalimat yang menjelaskan tentang awal berdirinya Karang Taruna Pela Mampang. Menurut beliau, Karang Taruna Pela Mampang pertama berdiri pada tahun 1974 dan bapak Wira Atmadja sebagai ketua.  Sebab berdirinya Karang Taruna ini adalah karena terjadinya perkelahian antar kompleks pada saat itu. Maka untuk mengatasi perkelahian tersebut, dibentuklah perkumpulan pemuda yang meliputi semua wilayah di Kelurahan Pela Mampang termasuk dua kompleks yang beseteru itu. Dari sinilah kemudian berkembang menjadi organisasi Karang Taruna.

Dalam kesempatan itu pula, Agung Sos menarik mundur sejarah bahwa pada saat kepengurusannya, KT Pela sempat mengumpulkan 4 truck bantuan untuk korban Gunung Galunggung. Kita katanya lagi, harus berbuat dan memiliki manfaat di tengah masyarakat. Bila kita mampu berbuat bagi orang lain itu merupakan point kita baik di dunia maupun akhirat.

Selanjutnya, beberapa motivasi juga diberikan oleh Ir. Budiono, mantan pengurus Karang Taruna Pela Mampang tahun 1974. Budiono yang kini Dosen di beberapa Lembaga Pendidikan mengatakan bahwa kini saatnya generasi muda Pela Mampang untuk melakukan aksi di tengah masyarakat.

_______

KERJA BAKTI DAN BANTUAN SOSIAL WALIKOTA JAKSEL

Posted by kelurahanpelamampang on May 18, 2010

Kerja Bakti dan bantuan sosial Walikota Jakarta Selatan 13 Maret 2010 di wilayah Kelurahan Pela Mampang Jakarta. Acara kerja bakti sosial tersebut mengambil lokasi di Gedung Olah Raga Balai Rakyat Pondok Jaya. Hadir para pejabat teras dan unsur keamanan dari muspika setempat. Acara kerja bakti dan bantuan sosial yang meriah itu dihadiri oleh abang none jakarta selatan.

Antusiasme masyarakat terhadap acara tersebut nampak begitu meriah. Masyarakat tumplek menghadiri acara tersebut dengan mendapat hiburan dan mereka sangat senang. Hal ini diungkapkan oleh beberapa warga yang mengunjungi acara tersebut.

Walikota Jakarta Selatan yang hadir pada kesempatan itu kemudian memberikan bantuan secara simbolis kepada warga. Peristiwa itu disaksikan langsung oleh warga dengan sangat gembira. “Sering-sering aja ada acara kaya gini”, kata salah seorang warga berbisik. Semoga aja Pak Wali mendengar bisikan itu.

Lurah Pela Mampang sebagai tuan rumah dalam acara itu menyambut gembira terlaksananya acara kerja bakti dan bantuan sosial tersebut. Semoga apa yang menjadi keinginan warga dapat terprogram dengan baik dan tetap berlangsung minimal setiap tahun.

Acara kerja bakti dan bantuan sosial juga memberikan layanan pengobatan gratis dengan layanan periksa dari dokter yang dihadirkan dalam acara secara langsung. Lurah pela akan berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat tidak saja terbatas pada layanan keadministrasian dan kependudukan saja melainkan berupaya melakukan peningkatan dalam hal yang bersifat teknis sebagaimana acara yang berlangsung sekarang ini.

__________

BULAN SUMBANGSIH BUKU

Pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat sangat bergantung dari  tingkat baca masyarakat itu sendiri. Membaca dalam konteks tertentu bisa menjadi tolak ukur bagi kesejahteraan dan pertumbuhan masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya sebuah upaya dalam rangka peningkatan dan pembinaan minat baca di masyarakat dengan kualitas yang memadai.

Tingginya minat baca sangat dipengaruhi oleh pengelolaan sebuah wadah dengan variasi buku yang dimilikinya. Maka sebagai upaya prioritas, Kelurahan Pela Mampang bekerjasama dengan Taman Baca yang berada di lingkungan kelurahan mengadakan “Bulan Sumbangsih Buku” yang berorientasi pada pengumpulan buku dari masyarakat yang memiliki buku dan sudah dibaca namun tidak termanfaatkan lagi. Begitu pula  dari masyarakat yang memang peduli dengan upaya dan motivasi terhadap minat baca anak-anak. Kepada masyarakat di wilayah Pela Mampang khususnya dan masyarakat umum, kami sangat berharap bahwa program ini mendapat dukungan penuh sehingga terkumpul jumlah buku yang memadai untuk tujuan di atas.

Robert Camus mengatakan bahwa kebiasaan seseorang itu sangat menentukan takdir hidupnya. Ini berarti bahwa kita mesti menciptakan bahkan mengkondisikan masyarakat untuk terbiasa melakukan kebiasaan membaca sehingga mampu menyerap ilmu dan perilaku yang baik menjadi takdir bagi kehidupannya. Bila kebiasaan  telah tertanam dalam diri anak kita, maka kebiasaan menyerap ilmu menjadi bagian dari proses taqdir  dan menjadi bekal keterampilan praktis bagi mereka. Keterampilan ini sudah barang tentu  menjadi alat yang efektif untuk mempola taqdir sebagai model dalam mencapai apa yang mereka cita-citakan.

Sebagai kenyataan yang sulit dipungkiri adalah bahwa dalam kehidupan nyata, anak-anak yang tidak memiliki keterampilan dalam bidang tertentu (semisal computer), akan tertinggal baik dalam pergaulan lingkungan maupun sekolah. Kondisi ini akan menyeret pribadi anak ke dalam pribadi yang introvert (Introverted person). Akibatnya si anak akan minder dan secara psikologis akan mempengaruhi cara berpikir mereka yang tidak positif. Secara psikologis perasaan ini akan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak ke depan. Perasaan negatif dalam diri anak akan menjadi bumerang terhadap dirinya sendiri. Oleh karena itu perlu upaya bersama untuk mewujudkan piranti tersebut bagi anak-anak kita.

Upaya meningkatkan minat baca sangat memerlukan dukungan dan factor-faktor lain di luar  diri anak. Selain pengadaan jumlah buku yang banyak dalam arti judul yang lebih varian, diperlukan pula dorongan orang tua.

Pemerintah dalam hal ini Kelurahan Pela Mampang baru melakukan sebagian upaya tersebut dengan melakukan program “Bulan Sumbangsih Buku” untuk membantu pengadaan jumlah buku yang kemudian diberikan kepada Taman Baca yang berada di lingkungan kelurahan. Harapan kami sebagai Lurah, semoga Taman Baca yang mendapat sumbangan melalui “Bulan Sumbangsih Buku” ini dapat meningkatkan mutu dan minat baca masyarakat dengan layanan dan program yang lebih baik. Dengan demikian capaian mulia (sebagai piranti dan kebiasaan mempola taqdir bagi anak-anak) yang kita harapkan dapat terwujud. Mari berbagi dan berbuat untuk sebuah taqdir keberhasilan anak-anak ke depan.

———

KUNJUNGAN GUBERNUR

Kamis, 4 Maret 2010  menjadi hari yang membahagiakan masyarakat di wilayah kelurahan pela mampang. Mengapa? Hari ini gubernur Fauzy Bowo berkunjung ke kelurahan pela mampang. Kunjungan tersebut, rencananya jam satu siang namun seperti biasa, kemacetan Jakarta menjadi halangan untuk kita tepat waktu.

Kunjungan Gubernur Fauzy Bowo ke kelurahan pela mampang kali ini merupakan kunjungan kerja yang kedua. Pada kunjugan kali ini, gubernur ditemani oleh staf gubernur lainnya.

Kunjungan tersebut disambut oleh lurah, staf, dekel, karang taruna, ormas dan tokoh masyarakat sekitar. Acara kunjungan diawali dengan dialog antara gubernur dan staf kelurahan. Pada kesempatan dialog tersebut, gubernur membuka kesempatan berdialog langsung kepada staf lurah mengenai kinerja dan usulan yang terkait dengan pemerintahan tingkat kelurahan dan permasalahan yang muncul di lapangan.

Gubernur dalam dialog itu menekankan keterbukaan antara pemerintah DKI, Kelurahan dan masyarakat dalam pembangunan wilayah secara bersama. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya keterbukaan sehingga pemerintah DKI dapat mendengar langsung apa saran dan masukan dari warga.

Dalam kesempatan itu, warga memberi sebuah usulan kepada gubernur DKi agar akses menuju Kecamatan dari masyarakat Pela Mampang dibuatkan jalan tembus khususnya akses jalan raya yang berada di perbatasan wilayah tersebut. Gubernur dengan staf mencatat dan akan merealisasikan usulan tersebut. Lihat kmi lebih dekat di: http://www.4shared.com/account/dir/e3Y9w6jL/sharing.html?rnd=98

Download allDownload all files

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: